Senin, 10 Juni 2013

Jersey dan Fansnya

Kita hidup di Indonesia, yang kadang-kadang aneh, semua bisa cepat menjadi tren atau tidak disini. Seperti kisah tren jersey yang menimpa kita sejak tahun 2010 sampai sekarang, dari ke mall, kuliah. manggung atau sampai beribadah sekalipun memakai jersey tim kesayangan mereka, seolah pemain tim tersebut terharu karena jerseynya dipakai terus. Jersey sekarang sudah sangat identik dengan fans, maksudnya, jika misalnya dia pakai jersey ac milan, berarti bisa dipastikan dia fans ac milan. Katanya. Tapi kalau dipikir secara analitik, memang ada hubungannya?

Ada paradigma yang aneh disini, pemikiran ortodoks di indonesia dengan kata kata fans karbitan. Karbit? apa itu karbit?  kalau kata wikipedia sih senyawa kimia dengan rumus kimia CaC2. Karbit digunakan dalam proses las karbit dan juga dapat mempercepat pematangan buah. lalu apa hubungannya dengan fans? mungkin perlu digaris bawahi itu kata cepatnya mungkin. Seorang yang dikatakan fans karbitan itu adalah fans yang tiba tiba menyukai tim itu tanpa proses terlebih dahulu. Kita ambil contoh, Barcelona mencapai puncak kejayaan dari tahun 2008-sekarang, walaupun sekarang mulai rubuh oleh duo portugal dari madrid.
Nah, banyak fans yang tiba-tiba lahir tanpa proses pembuahan terlebih dahulu, karena adanya Leonel Messi ataupun juara yang diborong ataupun gaya tiki taka yang atraktif, dulu, Atau fans Manchester City, yang tiba tiba merubah nama KTP nya menjadi Galagher. City menjadi kuat disekitaran sekitaran 2008/2009 setelah dibeli oleh Syekh Mansour. 


Lalu salah menyukai tim secara tiba tiba? ataupun karena gelar juaranya? ataupun karena one man teamnya? sah sah aja asal tidak annoying dengan menghina fans fans lain atau update update sesuatu yang sifatnya annoying, seperti berkata "Fans oasis harus fans manchester city" WHAT THE HELL? I LOVE LIAM GALLAGHER BUT I LOVE UNITED TOO. Soalnya dipikir pikir toh itu bukan kota kita atau negara orang, lalu hubungannya apa dengan kita? sampai harus berantem merebutkan nyawa demi hinaan klub orang semata?

Ada lagi yang aneh, ada yang sering bilang "Kalau pake jersey saat menang itu karbitan saat kalah itu loyal". Terus kalau itu orang pake jersey terus, gimana? Jualan jersey? Atau engga punya baju lagi? Ini sangat ironi, sesorang ketika ingin memakai jersey harus lihat dulu pertandingan klubnya, kalau menang dia tidak bisa memakainya. Kasihan, tau gitu saya dukung QPR musim ini, supaya pakai jersey terus tiap hari dan saya fans loyal. Belajarlah dewasa, tingkat keloyalitasan fans bukan sekedar jersey, atau bukan masalah itu. Bahkan arti fans sejati aja saya masih gamang.

Saya emang bukan fans die hard ManUnited, tapi menurut saya fans yang normal adalah yang mendukung timnya, baik dengan pujian atau kritikan ketika ia menang atau kalah. Thats it simple. But hard to do. Banyak yang susah mengkritik tim kesayangannya karena sayang. Cone on! Seperti susah mengakui kalau tadi malam united harusnya kalah dari chelsea, karena United main seperti orang mabok berat di babak kedua. Bukan masalah jersey kemana mana pakai jersey. Tukang jersey berarti suporter paling loyal ya di dunia?

Pakailah jersey ketika nobar, kalau itu baru hal setangah wajib. Seperti sholat memakai baju koko, makai baju bebas pun tidak apa apa, tapi kalau pakai baju koko akan terasa menghargai Tuhan. Ketika memakai jersey saat nobar terlihat lebih menghormati pertandingan. Penyakit tentang paradigma karbit dan jersey ini sudah akut sekali. Sangat akut. Masalahnya saya dan kawan-kawan jadi tertekan karena United lebih sering menang sekarang, lalu kapan gua boleh pakai jersey saya?

Oke diatas cuma opini dangkal dari saya seperti dangkalnya sungai di jakarta. Tapi coba ambil secuil kebenaran dari sini, sekotor-kotornya kotoran keluar dari dubur ayam, ada telurnya juga kan? saya cuma engga mau kalian berpikir Raisa punya dua tim kesayangan, karena dia pakai jersey United sekaligus Chelsea. Kalau cewe biasanya gimana cowonya. Jadi bisa disimpulin Raisa pernah punya pacar yang suka United sama Chelsea. Oke saya harap kalian fokus sama tulisan jelek ini, bukan sama foto foto cantik diatas. Tapi emang engga bisa bohong cewe yang makai jersey dan ngerti bola, cantiknya nambah 100%.

Sabtu, 08 Juni 2013

Uang, Bank, dan Penciptaan Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

1. a) Fungsi
Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi asli
Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.
  1. Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
  2. Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
  3. Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.


Fungsi Turunan
Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain:

  • Uang sebagai alat pembayaran yang sah: Kebutuhan manusia akan barang dan jasa yang semakin bertambah dan beragam tidak dapat dipenuhi melalui cara tukar-menukar ataubarter. Guna mempermudah dalam mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan, manusia memerlukan alat pembayaran yang dapat diterima semua orang, yaitu uang.
  • Uang sebagai alat pembayaran utang: Uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang akan datang.
  • Uang sebagai alat penimbun kekayaan: Sebagian orang biasanya tidak menghabiskan semua uang yang dimilikinya untuk keperluan konsumsi. Ada sebagian uang yang disisihkan dan ditabung untuk keperluan di masa datang.
  • Uang sebagai alat pemindah kekayaan: Seseorang yang hendak pindah dari suatu tempat ke tempat lain dapat memindahkan kekayaannya yang berupa tanah dan bangunan rumah ke dalam bentuk uang dengan cara menjualnya. Di tempat yang baru dia dapat membeli rumah yang baru dengan menggunakan uang hasil penjualan rumah yang lama.
  • Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi: Apabila nilai uang stabil orang lebih bergairah dalam melakukan investasi. Dengan adanya kegiatan investasi, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat.

b) Jenis
Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek.

Menurut bahan pembuatannya
Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.

  • Uang logam

Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai:
  1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
  2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
  3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.

  • Uang kertas

Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Menurut nilainya
Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money).

  • Uang Penuh (full bodied money)

Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
  • Uang Tanda (token money)

Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.


2. Teori Uang dan Motif memegang Uang
Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:
  • Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP

Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu. Contoh: uang emas dan uang perak.
  • Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari

Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
  • Teori Nominalisme

Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
  • Teori Negara

Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.

Teori uang dinamis
Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
  • Teori Kuantitas dari David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
  • Teori Kuantitas dari Irving Fisher

Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
  • Teori Persediaan Kas

Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
  • Teori Ongkos Produksi

Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Motif Pemegang Uang
J.M Keynes mengemukakan tiga alas an mengapa tiap rumah tanggan membutuhkan uang. Keynes menyebutkan tiga motif mengapa orang menyimpan uang, yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi. Teori ini dikenal dengan teori preferensi likuiditas (the liquidity preference theory).

1. Motif Transaksi. Setiap orang menyimpan uang untuk melakukan transaksi sehari-hari.
2. Motif Berjaga-jaga. Motif ini merupakan salah satu pendorong mengapa orang menyimpan uang.
3. Motif Spekulasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang beredar yaitu, deficit APBN, pembelian kredit langsung, pembangunan luar negeri, surplus perdagangab ekspor impor, dan pajak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang yaitu, pendapatan, tingkat suku bunga, selera masyarakat, harga barang, fasilitas kredit, dan kekayaan masyarakat.


3.  Bank Sentral dan Bank Umum
Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Bank Sentral
Bank sentral merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu Negara. Bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia yang bertugas untuk :
  • Mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah
  • Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat

Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia melakukan tugas sebagai berikut :
  • Bank Sirkulasi yakni mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah.
  • Banker’sBank = Bank Sentral juga dianggap sebagai Bank-nya Bank.
  •  Lender of last resort. BI dianggap juga pemberi pinjaman pada tingkat terakhir (kredit likuiditas darurat).

Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Umum merupakan bagian dari perbankan nasional yang memiliki fungsi utama sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta pemberi jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Dengan fungsi utama yang demikian, Bank Umum memiliki peranan yang strategis dalam menyelaraskan dan menyeimbangkan unsur-unsur pemerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional guna menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. Memperhatikan peranan Bank Umum yang demikian strategis, perkembangan Bank Umum yang semakin pesat dan tantangan-tantangan, yang dihadapi Bank Umum yang semakin luas dan bersifat internasional, maka landasan hukum Bank Umum perlu diperkokoh melalui penyempurnaan ketentuan-ketentuan yang mengatur Bank Umum dan penerapan prinsip kehati-hatian.

Dengan landasan hukum yang semain kokoh tersebut, maka Bank Umum diharapkan akan lebih mampu melindungi kepentingan masyarakat dan mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang memiliki peran strategis dalam menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Usaha Bank Umum meliputi :
  1. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu;
  2.  memberikan kredit;
  3.  menerbitkan surat pengakuan hutang;
  4. membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah


4. Kebijaksanaan Moneter
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

Jenis-Jenis Kebijakan Moneter
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
  • Kebijakan moneter ekspansif (Monetary expansive policy)

Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar (easy money policy)
  • Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary contractive policy)

Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain:
  • Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
  • Fasilitas Diskonto (Discount Rate)

Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
  • Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)

Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
  • Imbauan Moral (Moral Persuasion)

Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Mekanisme Kebijaksanaan Moneter
Ada beberapa jalur yang bisa dipakai untuk menerangkan bagimana perubahan jumlah uang beredar mempengaruhi kegiatan ekonomi, yaitu :
  • Jalur Biaya Modal ( The Cost Of Capital Channel )

Menurut Keynes tingkat bunga merupakan penghubung utama antara sektor moneter dan sektor riil. Perubahan dalam pengeluaran total pada akhirnya akan mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional (GDP) riil.
  • Jalur Kekayaan ( Wealth Channel )

Pengaruh perubahan uang yang beredar terhadap pendapatan nasioanal dapat juga diterangkan melalui jalur kekayaan. Kekayaan disini meliputi :
  1. Barang fisik ( tanah, rumah, dll )
  2. Surat berhargaUang tunai


Perubahan pengeluaran uang total akan mempengaruhi keseimbangan pendapatan.
  • Jalur Harga Relatif (Teori Portofolio)

Teori portofolio merupakan dasar yang rasional mengapa seseorang memegang sesuatu  (beberapa) kekayaan tertentu termasuk dalam bentuk uang. Kenaikan jumlah uang akan menaikan pendapatan nasional.
  • Jalur Langsung ( Teori Monetarist )


Teori ini menjelaskan bahwa kebijakan moneter bisa mempengaruhi GNP 9 pendapatan ) secara langsung. Pengaruh jumlah uang terhadap pengeluaran total adalah melalu harga.



Referensi:

Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian tertutup Sederhana dan pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan perekonomian di dalam suatu negara sangat berpengaruh terhadap kehidupan rakyat di negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi di indonesia sekarang ini berbeda saat zaman orde baru. Saat Zaman orde baru pertumbuhan ekonomi mungkin lebih baik, karena pada zaman itu terdapat sedikit partai dibandingkan dengan zaman sekarang yang memiliki banyak partai. Akibat terlalu banyaknya jumlah partai yang ada, sehingga para investor asing tidak lagi menanam sahamnya di Indonesia, karena selalu dimintai untuk mendanai konfoi partai tersebut. Padahal saham asing sangat membantu pertumbuhan ekonomi negara.

Hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inflasi dan pengangguran sangat erat hubungannya. Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran. Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara.


1. Analisis Pendapatan Nasional Dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
Pendapatan nasional adalah harga yang diperoleh dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap golongan masyarakat di dalam suatu negara. Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi. Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu :
  • Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
  • Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
  • Keuntungan perusahaan
  •  Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
  • Pendapatan sewa

2. Model Analisi Dengan Variabel Inverstasi Tabungan
Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal.

Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi dan tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasian mesin dan pabrik. Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup empat aspek sebagai berikut:
  • Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber - sumber pembiayannya.
  • Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap pengeluaran konsumsi dan pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTDB) pemerintah.
  • Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar.
  • Dampak valuta asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besar investasi antara lain:
  1. Tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga akan mempengaruhi keinginan untuk berinvestasi, dan sebaliknya.
  2. Jumlah permintaan. Semakin besar jumlah permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, keinginan untuk melakukan investasi juga semakin besar.
  3. Perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi juga akan meningkatkan keinginan untuk berinvestasi, karena teknologi yang maju akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah keuntungan.


3.  Angka Pengganda
Dari satu periode ke periode lainnya pendapatan nasional keseimbangan akan selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut disebabkan oleh adanya perubahan permintaan agregat (agregat demand). Dari dua variabel permintaan agregat, yaitu pengeluaran konsumsi (C) dan pengeluaran investasi (I), yang paling penting adalah pengeluaran investasi, karena kelebihannya. Pengeluaran investasi seringkali berubah-ubah dari waktu ke waktu. Dengan demikian keseimbangan pendapatan nasional yang akan berubah dari waktu ke waktu.

Perekonomian dua sektor akan mencapai kondisi keseimbangan (equilibrium) apabila Y = C + I dan S = I. Jika pada suatu saat,setelah terjadi kondisi kewseimbangan,kemudian pengeluaran investasi (I) mengalami perubahan, maka besarnya investasi (I) akan menjadi tidak sama dengan besarnya saving (S). Akibatnya keadaan perekonomian akan mengalami ketidakseimbangan (disequilibrium).

Dengan adanya disequilibrium tersebut, maka besarnya pendapatan nasional akan terus berubah sampai pendapatan nasional keseimbangan yang baru tercapai, yaitu pendapatan nasional yang menyamakan investasi (I) = tabungan (S).

Sebelum pendapatan nasional mencapai kondisi keseimbangan yang baru, pengeluaran konsumsi (C) dan tabungan (S) juga mengalami perubahan. Hubungan antara perubahan investasi (∆I) dan perubahan pendapatan nasional keseimbangan (∆Y) yang diakibatkan oleh adanya perubahan investasi tersebut dapat diterangkan oleh konsep “Multiplier”.

  • Perumusan Multiplier

Satu hal yang penting dan merupakan salah satu esensi dari teori Keynes adalah bahwa perubahan pengeluaran investasi akan menyebabkan perubahan tingkat pendapatan nasional yang jauh lebih besar daripada perubahan pengeluaran investasi tersebut. Jadi, kalau pengeluaran investasi berubah, dari I menjadi I + ∆I, maka tingkat pendapatan akan berubah, dari Y menjadi Y + ∆Y, sedemikian rupa sehingga ∆Y = k ∆I, dan k adalah bilangan yang >1, maka oleh karena itu ∆Y selalu lebih besar daripada ∆I, kecuali jika k=1 yang kemungkinan terjadinya adalah sangat kecil. Karena k>1, maka k disebut sebagai angka pengganda investasi atau multiplier investasi, artinya angka yang menunjukkan kenaikan tingkat pendapatan nasional karena bertambahnya pengeluaran investasi.

Dengan demikian multiplier investasi dapat dirumuskan sebagai :
         



4.  Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Pengangguran
Jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran, dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.

Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. Ini diukur dengan mengambil rata-rata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP). Hal ini menunjukkan berapa banyak, sebagai persentase, tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.

Adanya pengangguran bagi sebuah Negara berarti menunjukan perekonomian Negara tersebut tidak dalam kondisi full-employment. Ada faktor produksi yang tidak terpakai yaitu tenaga kerja. Memang idealnya pada suatu Negara harus berada dalam keadaan full-employment, akan tetapi untuk mencapai keadaan tersebut sangat sulit. Tingkat penganguran memang selalu terjadi di Negara manapun.Dan keadaan ini memang selalu menjadi pusat perhatian para pemimpin bangsa dan para ekonom. Pengangguran tentu tidak baik bila terjadi, karen aakn menimbulkan kerawanan sosial seperti pencurian, kriminalitas, dll.

  • Hubungan dari pertumbuhan ekonomi, inflasi dan juga masalah pengangguran

Hubungan dari ketiga permasalah ini memang saling berkaitan. Karena dalam suatu Negara selalu mengalami pertumbuhan ekonomi yang berbeda beda. Biasanya pertumbuhan ekonomi selalu diikuti dengan adanya inflasi dan jga pengangguran.

Pertumbuhan ekonomi  memang dapat dilihat dari adanya peningkatan atau penurunan GNP atau GDP.  Jika GNP menurun maka pendapatan perkapita pun menurun dan akhirnya akanterjadi inflasi karena daya beli atau daya konsumsi masyarakat menurun. Inflasi menjadi masalh besar dalam suatu Negara karena terjadinya angka penurunan daya beli masyarakat yang juga akan berakibat pada produsen yan akan kesulitan untuk berproduksi dan memjual barang barangnya.

Inflasi juga memengaruhi tingkat suku bunga pada perbankan, terutama tingkat suku bunga pinjaman danakan makin menyulitkan para pihak swasta yang berkeinginan untuk menekan biaya produksi di waktu inflasi terjadi. Jika keadaan tersebut tidak membaik pihak swasa tidak bisa untuk menekan angka biaaya produksi sedangka daya beli masyarakat menurun dan akirnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan akan mengakibatkan pengangguran dalam suatu Negarabertambah .Tentu saja keadaan seperti ini kurang baik karena dapat menimbulkan kerawanan sosial seperti kasus pencurian dan kriminalitas.


Referensi:

Senin, 03 Juni 2013

Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu. Pendapatan nasional juga dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara. Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara adalah pendapatan nasional. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai .

Akurasi sistem penghitungan pendapatan nasional akan menjadi lebih baik jika Kantor statistik memperkirakan tehnik perhitungannya atas dasar pendekatan penerimaan agregat, seperti yang dilakukan oleh sebagian besar negara-negara maju. Sedangkan di negara berkembang, termasuk Indonesia, pendapatan nasionalnya dihitung dengan menggunakan pendekatan pengeluaran agregat. Alasannya kita belum memiliki data yang lengkap tentang laporan pendapatan dari masing-masing rumah tangga di seluruh penjuru tanah air.


A. Perputaran Roda Perekonomian
Pertumbuhan Ekonomi dalam sebuah negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP negara tersebut,yakni seberapa besar GDP negara bertambah secara ril dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara membagi nilai dari output suatu sektor ekonomi pada tahun dengan nilai output sektor tersebut dan dikali 100% kemudian dikurangi 100. Bila GDP mengalami pertubuhan yang tinggi berarti pendapatan masyrakat mengalami pertumbuhan yang tinggi. GDP Indonesia menurut lapangan usaha berdasarkan harga yang berlaku dan harga konstan.

  • Pengeluaran Agregat (Aggregate spending)

Pengeluaran Agregat ini sama dengan permintaan aggregat karena konsekuensi dari permintaan adalah adanya pengeluaran oleh rumah tangga, investor, pemerintah dan eksportir untuk membeli barang dan jasa. Pengeluaran Aggregate itu dapat di golongkan menjadi 4 komponen ,yaitu:
a. pengeluaran konsumsi rumah tangga
b. pengeluaran investasi oleh pengusaha (bisnis)
c. pengeluaran pemerintah
d. pemerintah luar negeri
  • Pengeluaran Konsumsi

Merupakan bagian terbesar dari permintaan aggregat yaitu berupa permintaan dari konsumen terhadap barang dan jasa yg dibutuhkan. Kontribusi konsumsi terhadap pembentukan GDP di indonesia diperkirakan 65% dari total GDP. Kosumsi dapat di bagi menjadi 3 yaitu barang tahan lama, barang tidak tahan lama, dan jasa.
  • Pengeluaran Investasi

Investasi adalah tambahan terhadap akumulasi modal ditambah dengan perubahan persedian. Tetapi transaksi saham tidak termasuk dalam penambahan stok modal. Investasi adalah aktifitas yang bisa meningkatkan kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa di masa mendatang.
  • Pengeluaran Pemerintah

Pengeluaran pemerintah yang diperlukan agar roda permerintahan dapat berjalan dengan baik. Pengeluaran pemerintah ini tercantum dalam anggaran belanja dan pendapatan nasional (APBN). Barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah tidak dihitung ke nilai tambahnya (value added) seperti halnya pada barang konsumsi karena barang dan jasa yg diproduksi oleh pemerintah pada umumya adalah gratis. Pengeluaran pemerintah seperti uang pensiun tidak dihitung dalam GDP karena tidak termasuk ke dalam pembelian barang atau jasa.
  • Permintaan Ekspor Bersih (Net Export)

Komponen terakhir dari GDP adalah net export yaitu selisih antara export dan import (X – M). Export merupakan GDP dari dalam negeri karena merupakan barang atau jasa yang diproduksi di dalam negeri, tetapi tidak dikonsumsi di dalam negeri. Barang ekspor akan dibeli atau dikonsumsi oleh rumah tangga, investor, atau pemerintah negara asing sedangkan import adalah barang yang diproduksi di luar negeri, berarti adalah GDP negara asing.


B. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
Dalam  menghitung pendapatan nasional dapat dilakukan dengan 3 metode / pendekatan perhitungan pendapatan nasional, yaitu sebagai berikut :

1. Pendekatan Produksi.
Pendekatan Produksi adalah nilai tambah yang di ciptakan dalam suatu proses produksi. Metode ini untuk menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh perusahaan-perusahaan di berbagai lapangan usaha dalam perekonomian.

Pendekan produksi (PDB/PGNP) merupakan pendapatan yang berasal dari penggunaan beberapa fakto-faktor produksi untuk menghasilkan sesuatu. Nilai produksi suatu sector menggambarkan nilai tambah yang diwujudkan oleh suatu sector tersebut. Cara perhitungan dalam praktik ini adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sector produksi (industrial origin) jumlah output masing-masing sector merupakan jumlah output seluruh perekonomian.

Pendekatan produksi dapat di cari dengan beberapa Rumus: 
Y=(P1 X Q1)+(P2 X Q2)+….(Pn X Qn)
Keterangan :                           P2= harga barang ke-2
Y= Pendapatan nasional         Q2= jenis barang ke-2
P1= harga barang ke-1             Pn= harga barang ke-n
Q1= jenis barang ke-1             Qn= jenis barang ke-n
Metode ini mempunyai tujuan yaitu: 
  1. Untuk mengetahui besarnya sumbangan berbagai sector ekonomi di dalam mewujudkan pendapatan nasional.
  2. Sebagai salah satu cara untuk menghindari perhitungan dua kali yaitu dengan hanya menghitung nilai produksi neto yang diwujudkan pada berbagai tahap proses produksi.

Metode ini juga mempunyai kelemahan yaitu  Munculnya double counting atau lebih, maksudnya adalah nilai produk sebelumnyaakan di tambahkan pada produk-produk turunan berikutnya dan digunakan sebagainilai akhir produk tersebut, Akibatnya nilai produk akhir menjadi lebih tinggi. Untuk menghindari penghitungan ganda dapat digunakan metode penghitungan nilai tambah. Untuk keperluan penghitungan perekonomian Indonesia di bagi dalam Sembilan sector atau lapangan usaha terbagi dalam tiga kelompok, yaitu sebagai berikut :

1)    Sector Primer
  •  Pertanian, Pertenakan, Kehutanan, dan Perikanan.
  • Pertambangan dan penggalian.

2)  Sector Sekunder
  • Industri pengolahan.
  • Listrik, air, dan gas.
  • Bangunan.

3) Sector Tersier
  • Perdagangan, Hotel, dan Restoran.
  • Pengangkutan dan telekomunikasi.
  • Jasa lain-lain.


2.  Pendekatan Penerimaan / Pendapatan.
Metode pendekatan pendapatan adalah pendapatan nasionl dari hasil penjumlahan dari seluruh penerimaan yang diterima oleh pemilik factor produksi dalam suatu Negara selama satu tahun. Pendekatan ini mengarah pada penerimaan atas penggunaan faktor-faktor produksi. Faktor-faktor produksi terdiri dari tenaga kerja, modal, tanah, dan keahlian/kewirausahaan. Masing-masing factor produksi akan menghasilkan  pendapatan yang berbeda-beda,tenaga kerja akan memperoleh gaji/upah, pemilik modal akan mendapatkan bunga, pemilik tanah akan memperoleh sewa, dan keahlian atau skill akan memperoleh laba.

Secara matematis, penghitungan dengan pendekatan pendapatan dapat di tulis sebagai berikut:
NI = w + I + r +p
NI = National income (pendapatan nasional )
w =  wage (upah)
i  = interest (bunga)
r = rent (sewa)
p = profit (keuntungan/laba)



Dalam perhitungan pendapatan nasional di terangkan istilah bunga neto, bunga neto adalah jumlah bunga yang di bayar dalam perekonomian dalam satu tahun tertentu  dikurangi dengan :
  • Bunga  atas pinjaman pemerintah.
  • Bunga atas pinjaman konsumen.


3.  Pendekatan Pengeluaran.
Penghitungan pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan ini dilakukan dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran sector ekonomi, yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat luar negeri suatu Negara pada periode tertent. Jadi, pengeluaran ini pada dasarnya merupakan pengeluaran yang dilakukan oleh setiap penduduk atau lapisan masyarakat untuk menghasikan barang dan jasa baik barang konsumsi maupun barang modal.

Penggunaan cara ini akan dapat memberikan gambaran-gambaran tentang sampai di mana buruknya masalh ekonomi yang di hadapi, memberikan informasi dan data yang dibutuh kan dalam analisis makro ekonomi.

Jenis pengeluaran dari masing-masing pelaku ekonoi terdiri dari belanja untuk konsumsi (C), belanja untuk investasi (I), belanja untuk pemerintah (G), ekspor (X), dan impor (M). secara matematis, penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran dapat ditulis sebagai berikut:

Y  = C  +  I  + G + (X-M)  atau                 Y  =  C + I + G + X – M
Keterangan:
Y =  Pendapatan Nasional
C=  Konsumsi = Pengeluaran RT Konsumen
I = Investasi = Pengeluaran RT. Produsen
G= Pengeluaran RT.Pemerintah
X = Ekspor
M=Impor



Jadi, dari sisi pandang pengeluaran pendapatan nasional adalah seluruh pengeluaran atau belanja lapisan masyarakat dala suatu Negara yang berlangsung dalam waktu tertentu, biasanya satu tahun.


C. Masalah dan Keterbatasan Perhitungan PDB
a. Perhitungan PDB Dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu Negara, dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk. Angka tersebut dikenal sebagai angka PDB per kapita.
Biasanya makin tinggi angka PDB perkapita, kemakmuran rakyat di anggap makin tinggi. Perserikatan bangsa-bangsa (PBB) juga menggunakan angka PDB perkapita untuk menyusun kategori tingkat kemakmuran suatu Negara.

b. Perhitungan PDB Dan Masalah Kesejahteraan Social
Perhitungan PDB maupun PDB perkapita juga dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan social suatu masyarakat. Umumnya ukuran tingkat kesejahteraan yang di pakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik.
Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak di perhatikannya dimensi nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang di anggap memenuhi kebutuhan fisik atau materi yang dapat di ukur dengan nilai uang.

c. PDB Per Kapita Dan Masalah Produktivitas
Sampai batas-batas tertentu, angka PDB perkapita dapat mencerminkan tingkat produktivitas suatu Negara. Untuk memperoleh perbandingan prokditivitas antar Negara, ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan:
  • Jumlah dan komposisi penduduk
  • Jumlah dan struktur kesempatan kerja
  • Faktor-faktor nonekonomi


d. Penghitungan PDB Dan Kegiatan-Kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground Economy)
Angka statistik PDB Indonesia yang di laporkan oleh badan pusat statistik hanya mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu statistik PDB belum mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu Negara. Di Negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih di sebabkan oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih di dominasi oleh kegiatan pertanian dan informal.

  • Contoh Soal
1.Pendapatan yang diperoleh masyarakat dalam suatu perekonomian sebagai berikut:
Upah dan gaji Rp 20.000.000,- = W
Sewa tanah Rp 10.000.000,- = R
Konsumsi Rp 17.000.000,- = C
Pengeluaran pemerintah Rp 15.000.000,- = G
Bunga Modal Rp 5.500.000,- = I
Keuntungan Rp 15.000.000,- = P
Investasi Rp 4.500.000,- = I
Ekspor Rp 14.000.000,- = X
Impor Rp 7.500.000,- = M

Tentukan pendapatan nasional pendekatan pendapatan dan pendekatan pengeluaran!
Jawaban:

1. Pendekatan Pendapatan
Y = W + I +R + P
Y = 20.000.000 + 5.500.000 + 10.000.000 + 15.000.000
= 50.500.000

2. Pendekatan Pengeluaran
Y = C + I + G + (X – M)
Y= 17.000.000+ 4.500.000 + 15.000.000 +(14.000.000 – 7.500.000)


=Rp 43.000.000 


Minggu, 02 Juni 2013

Struktur Pasar

Struktur pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya. Dibagi kedalam beberapa bagian yaitu:

1. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna merupakan jenis pasar dimana para produsennya tidak memiliki kemampuan dalam menentukan harga. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan barang-barang yang dijual di pasar persaingan sempurna homogen.  Homogen berarti sama antara satu dengan yang lain. Barang yang homogeny tersebut biasanya sulit dibedakan sehingga konsumen tidak bias membedakan barang dari produsen A dan juga barang dari produsen B. Jika produsen A berniat untuk menaikkan harga tentu ia akan dengan mudah ditinggalkan oleh konsumen karena barang yang diproduksi sama persis dengan produsen B. Oleh karena itu harga pada pasar persaintgan sempurna ini ditentukan oleh pasar. Pada pasar ini jumalh konsumen dan jumlah produsennya juga sama-sama banyak. Harga yang ada merupakan hasil mekanisme pasar dan juga hasil dari kegiatan penawaran dan permintaan yang terjadi di pasar. Penjual sama-sama tidak bias mempengaruhi harga dan berperan sebagai penerima harga atau disebut price taker.

Ciri-ciri pasar persaingan sempurna antara lain, sebagai berikut:
  •  Perusahaan adalah pengambil harga

Pengambil harga atau price taker berarti suatu perusahaan di dalam pasar tidak dapat menentukan atau merubah harga pasar.Apapun tindakan perusahaan di dalam pasar, ia tidak akan menimbulkan perubahan ke atas harga pasar yang berlaku. Harga barang dipasar ditentukan oleh interaksi di antara  keseluruhan produsen dan keseluruhan pembeli.
  • Perusahaan mudah keluar dan mudah masuk pasar

Sekiranya perusahaan mengalami kerugian, dan ingin meninggalkan industri tersebut, langkah ini dapat diambil dengan  mudah dilakukan. Sebaliknya, apabila ada produsen yang ingin melakukan kegiatan di industri tersebut produsen dapat dengan mudah melakukan kegiatan di industri tersebut.
  •  Menghasilkan barang serupa

Barang yang di hasilkan produsen tidak mudah untuk dibeda-bedakan. Barang yang dihasilkan serupa dan sangat sama. Tidak terdapat perbedaan yang nyata di antara barang yang dihasilkan suatu perusahaan dengan yang dihasilkan perusahaan lainnya. Barang seperti itu dinamakan dengan istilah barang identical atau homogenous. Sebagai akibat dari sifat ini, tidak ada gunanya perusahaan melakukan persaingan yang berbentuk persaingan bukan harga atau nonprice competition yaitu persaingan dengan melakukan iklan dan promosi penjualan. Cara ini tidak efektif untuk menaikan penjualan karena pembeli mengetahui bahwa barang-barang yang dihasilkan berbagai produsen dalam industri tersebut tidak ada bedanya sama sekali.
  • Terdapat banyak perusahaan di pasar

Sifat inilah yang menyebabkan perusahaan tidak mempunyai kekuasaan untuk merubah harga. Sifat ini meliputi dua aspek, yaitu jumlah perusahaan sangat banyak dan masing masing perusahaan adalah relatif kecil apabila dibandingkan dengan keseluruhan jumlah perusahaan di pasar. Sebagai akibatnya produksi setiap perusahaan adalah sangat sedikit apabila dibandingklan dengan total produksi seluruh perusahaan di pasar atau industri.
  • Pembeli mempunyai pengetahuan sempurna mengenai pasar

Dalam persaingan sempurna juga di asumsikan bahwa jumlah pembeli sangat banyak. Namun demikian di asumsikan pula bahwa masing-masing pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai keadaan pasar, yaitu mereka mengetahui tingkat harga yang berlaku dan perubahan keatas harga tersebut.

Seperti halnya jenis-jenis pasar yang lain, pasar persaingan sempurna memiliki kelemahan dan juga kelebihan. Kelemahan pasar persaingan sempurna yaitu:
  1. Barang yang diperjualbelikan bersifat homogen dan kurang variatif sehingga konsumen akan cepat merasa bosan.
  2. Tidak adanya inovasi dan pengembangan produk yang dilakukan perusahaan karena sebagian besar yang ikut dalam pasar persaingan sempurna adalah perusahaan kecil.

Selain kelemahan tersebut, pasar persaingan sempurna juga memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
  1. Konsumen akan memperoleh kepuasan yang maksimal.
  2. Produsen akan memperoleh keuntungan yang maksimal karena dapat menjual sebanyak-banyaknya.
  3. Untuk memasarkan produknya, produsen tidak memerlukan iklan.


2. Pasar Monopoli
Pasar monopoli timbul akibat adanya praktek monopoli, yaitu pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu pelaku usaha/penjual yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum.
Berarti yang dimaksud dengan pasar monopoli adalah suatu bentuk hubungan antara permintaan dan penawaran yang dikuasai oleh satu pelaku ekonomi terhadap permintaan seluruh konsumen. Di dalam pasal 1 angka 1 UU Antimonopoli, monopoli didefinisikan suatu penguasaan atas produksi dan/atau pemasaran barang dan/atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok usaha. Walaupun di pasar monopoli penjual tidak memiliki saingan, belum tentu ia dapat memperoleh keuntungan yang besar, hal ini mungkin saja terjadi bila biaya produksi berada di atas harga pasar.

Pasar monopoli dapat dicirikan oleh beberapa hal berikut ini, diantaranya:
  • Hanya terdapat satu penjual/produsen yang menguasai seluruh penawaran atas barang dan jasa tertentu
  • Barang dan jasa yang dijual tidak memiliki substitusi yang dekat, artinya tidak ada barang yang dapat menggantikan fungsi dari barang tersebut. Contoh: tidak ada barang pengganti yang bersamaan sifatnya dengan listrik, yang ada hanya barang pengganti yang berbeda sifatnya seperti gas.
  • Pasar/bidang usaha tidak dapat dimasuki oleh pihak lain
  • Penentuan harga dilakukan dan dikuasai oleh perusahaan, maka perusahaan monopoli disebut sebagai perusahaan penentu harga (price setter).

Kelebihan pasar monopoli adalah sebagai berikut:
  1. Keuntungan penjual cukup tinggi.
  2. Untuk produk yang menguasai hajat hidup orang biasanya diatur pemerintah.

Kelemahan pasar monopoli adalah sebagai berikut.
  1. Pembeli tidak ada pilihan lain untuk membeli barang.
  2. Keuntungan hanya terpusat pada satu perusahaan.
  3. Terjadi eksploitasi pembeli.


3. Pasar Monopolistis
Berdasarkan strukturnya, pasar monopolistik termasuk ke dalam pasar persaingan tidak sempurna. Pasar monopolistik merupakan suatu struktur pasar dimana terdapat banyak produsen yang menawarkan produk serupa, namun memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Pasar monopolistik biasanya dapat kita jumpai dalam pasar obat-obatan, pasar barang ritel, seperti sabun, shampoo, pasta gigi, kosmetik dan sebagainya.

Pasar Monopolistik memiliki ciri-ciri yang melekat, yaitu :
  • Terdapat banyak produsen atau penjual. Meskipun demikian, pasar ini tidak memiliki produsen atau penjual sebanyak pasar persaingan sempurna dan tidak ada satu pun produsen yang mempunyai skala produksi yang lebih besar dari produsen lainnya.
  • Adanya Diferensiasi Produk. Pasar ini menawarkan produk yang cenderung sama, namun memiliki perbedaan-perbedaan khusus dengan produk lainnya, misalnya dari cara pengemasan, pelayanan yang diberikan dan cara pembayaran.
  • Produsen Dapat mempengaruhi harga. Berbeda dengan Pasar Persaingan Sempurna, dimana harga terbentuk berdasarkan mekanisme pasar, maka pasar monopolistik dapat mempengaruhi harga meskipun tidak sebesar pasar oligopoli dan monopoli.
  • Produsen dapat keluar masuk pasar. Hal ini dipengaruhi oleh laba ekonomis, saat produsen hanya sedikit di pasar maka laba ekonomisnya cukup tinggi. Ketika produsen semakin banyak dan laba ekonomis semakin kecil, maka pasar menjadi tidak menarik dan produsen dapat meninggalkan pasar.
  • Promosi penjualan harus aktif. Pada pasar ini harga bukan merupakan pendongkrak jumlah konsumen, melainkan kemampuan perusahaan menciptakan citra baik dimata konsumen, sehingga dapat menimbulkan fanatisme terhadap produk. Karenanya, iklan dan promosi memiliki peran penting dalam merebut dan mempertahankan konsumen.

Pasar Monopolistik memiliki kelebihan sebagai berikut :
  1. Banyaknya produsen di pasar memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik baginya.
  2. Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi dalam menghasilkan produknya.
  3. Diferensiasi produk mendorong konsumen untuk selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
  4. Pasar ini relatif mudah dijumpai oleh konsumen, karena sebagian besar kebutuhan sehari-hari tersedia dalam pasar monopolistik.

Selain memiliki kelebihan, Pasar Monopolistik juga memiliki kelemahan sebagai berikut :
  1. Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi, baik dari segi harga, kualitas maupun pelayanan. Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
  2. Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
  3. Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk yang harus dibayar oleh konsumen.


4. Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

Ciri-ciri pasar oligopoli:
  • hanya ada beberapa perusahaan yang mendominasi pasar
  • barang yang dihasilkan atau dijual bersifat sama
  • sulit untuk masuk ke pasar karena investasinya tinggi
  • timbulnya pasar oligopoli ini disebabkan proses produksi menuntut dipergunakannya teknologi modern yang mendorong ke arah produksi secara besar-besaran sehingga persaingan melalui iklan sangat kuat.

Beberapa kelebihan dari pasar oligopoli yaitu;
  1. Terdapat sedikit pemjual karena memerlukan investasi besar
  2. Penjual sedikit sehingga dapat mengendalikan harga
  3. Bila terjadi persaingan harga, konsumen diuntungkan
Selain kelebihan pasar oligopoly juga mempunya beberapa kelemahan, yaitu sebagai berikut:
  1. Terdapat rintangan yang kuat untuk masuk kepasar oligopoli kerena investasi tinggi
  2. Akan terjadi perang harga
  3. Produsen bisa bekerjasama (Kartel)