Kamis, 03 April 2014

Pengertian Paragraf
            Paragraf adalah satuan bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Paragraf merupakan perpaduan kalimat-kalimat yang memperlihatkan kesatuan pikiran atau kalimat-kalimat yang berkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut. Paragraf yang baik terdiri dari gagasan utama dan gagasan pendukung/penjelas gagasan. Gagasan utama merupakan rangkuman (kesimpulan) atas rincian yang terdapat pada gagasan pendukung. Gagasan pendukung berperan sebagai uraian, rincian, ataupun penambahan atas gagasan utama.

Struktur Paragraf
            Berdasarkan fungsinya, kalimat yang membangun paragraf pada umumnya dapat diklasifikasikan atas dua macam, yaitu :
1.      Kalimat topik atau kalimat pokok. Berisi ide pokok atau ide utama paragraf.
2.      Kalimat penjelas atau pendukung. Kalimat yang berfungsi menjelaskan atau mendukung ide utama paragraf
Ciri kalimat topik :
1.      Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut ;
2.      Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri;
3.      Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain;
4.      Dapat dibentuk tanpaa bantuan kata sambung atau penghubung(transisi).

Persyaratan Paragraf
Paragraf yang efektif harus memenuhi dua syarat, yaitu :

 1. Kesatuan Paragraf
Sebuah paragraf dikatakan dikatakan mempunyai kesatuan jika hanya membicarakan satu pokok pikiran atau satu masalah. Keterkaitan antarkalimat diikat oleh satu topic pembicaraan yang sama, bukan topic masalah yang berlainan.

Contoh kalimat:       
            Tahu digolongkan sebagai makanan yang mengandung protein tinggi. Dalam moto empat sehat lima sempurna, tahu termasuk dalam kelompok makanan yang mengandung zat pembangun tubuh sejajar dengan ikan, daging, susu dan tempe. Menurut penelitian para ahli makanan, tahu mengandung sekitar 40% protein, 35% karbohidrat, dan 20% lemak. Dissamping itu, tahu juga mengandung zt-zat mineral yang diperlukan tubuh seperti: kalium, fosfor, magnesium, dan vitamin.
            Ide pokok paragraf diatas adalah: Tahu sebagai makanan yang mengandung protein tinggi. Ide pokok tersebut didukung oleh kalimat-kalimat penjelas sebagaimana tampak pada kalimat (1) “Dalam moto…,” (2) “Menurut penelitian…,” dan (3) “ Disamping itu…,”. Urutan penjelasan tersebut membentuk kesatuan yang utuh, sehingga tercipta sebuah paragraf yang mudah dipahami pembaca.

2. Kepaduan Paragraf
            Mengaitkan hubungan antarkalimat. Hubungan antarkalimat harus saling berkaitan, tidak ada satu kalimat pun yang hubungannyatidak logis. Cara mengaitkan hubungan antarkalimat dapat dilakukan dengan melihat hubungan antarsubjek atau antarpredikat. Syarat kepaduan sebuah paragraf menuntut adanya hubungan timbal balik. Ini berarti, bahwa kalimat demi kalimat secara terpadu membentuk paragraf yang mudah dicerna ide pokoknya. Kepaduan menandakan alur pikir yang urut dari penulisannya.
            Kepaduan paragraf dapat dilakukan dengan memperhatikan unsur-unsur kebahasaan, perincian, dan urutan isi paragraph. Unsur kebahasaan mencakup pemanfaatan pengulangan atau repetisi, kata ganti, kata transisi dan paralelisme. Sedangkan dan urutan isi paragraf mencakup pengertian berupa teknik pengembangan sebuah ide pokok dan hubungan anta ride penjelas sebagai penunjangnya. Dalam hal ini kepaduan paragraf dilakukan dengan mengemukakan rincian-rincian. Rincian tersebut dapat berupa urutan waktu (kronologis), isi urutan ruang (spasial), urutan logis(sebab-akibat, umum-khusus), klimiaks, proses.

Contoh kalimat repetisi:                           
            Pengobatan modern telah berhasil menyembuhkan dan menyelamatkan ratusan jiwa orang. Peranan pengobatan ini dalam meneruskan angka-angka kematian bayi dan memperpanjang harapan hidup sangat besar. Meskipun demikian pengobatan modern saja belum berhasil memecahkan persoalan kesehatan secara menyeluruh. Contoh repitisi dilakukan dengan mengulang kata kunci pengobatan.

Contoh kalimat kata ganti:
            Pegawai negeri, banyak yang menikmati manfaat Asuransi Kesehatan. Berkat “Kartu Kuning” mereka dapat berobat secara cuma-cuma. Program ini sangat membantu mereka, karena gaji pegawai negeri biasanya tidak cukup untuk menutupi biaya berobat yang biasa ini dirasakan cukup mahal. Contoh kata ganti dilakukan dengan memanfaatkan kata ganti mereka yang merujuk kepada pegawai negeri, dan kata ganti yang merujuk kepada Asuransi Kesehatan.

3.   Kelengkapan
            Syarat ketiga dalam membentuk paragraf, yakni adanya kelengkapan. Syarat ini menuntut adanya kalimat-kalimat penjelas yang cukup sebagai pendukung kalimat utama.

Contoh:
            Masyarakat ilmu pengetahuan di Indonesia tengah perihatin. Penyebabnya buku. Sampai kini dari semua buku ilmiah yang terbit di seluruh dunia, hanya sekitar 19% yang terbit dinegara berkembang, termasuk Indonesia. Maka, wajar bila kalangan perguruan tinggi  di sini masih mencari buku acuan ke negara-negara maju.

Jenis Paragraf Menurut Posisi Kalimat Topiknya
Berdasarkan posisi kalimat topik, paragraf dapat dibedakan atas empat macam, yaitu :

 a. Paragraf Deduktif  (umum)
            Paragraf deduktif adalah paragraf yang menempatkan kalimat utama pada awal paragraf. Ciri paragraf deduktif dikenali dari gagasan utamanya yang diletakkan di awa tersebut.

b. Paragraf Induktif (khusus)
            Paragraf induktif adalah paragraf yang menempatkan kalimat utama pada akhir paragraf. Ciri paragraf induktif dikenali dari gagasan utama yang diletakkan pada akhir bagian.

c. Paragraf Deduktif-Induktif (umum khusus)
            Paragraf Deduktif –induktif adalah paragraf yang menempatkan kalimat utama di awal dan akhir paragraf. Ciri paragraf ini ditandai oleh berulang gagasan utama  pada awal yang ditegaskan kembali di bagian akhir.

d. Paragraf Penuh Kalimat Topik
            Kondisi demikian itu biasa terjadi akibat sulitnya menentukan kalimat topik karena kalimat yang satu dan yang lainnya sama-sama penting.

Jenis Paragraf Menurut Fungsinya dalam Karangan
Berdasarkan fungsi di dalam karangan, paragraf dapat dibedakan atas tiga macam, yaitu :

a. Paragraf Pembuka
            Paragraf pembuka berisi persoalan dasar yang berkaitan dengan masalah yang akan kita tulis. Paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan selanjutnya. Karena sikapnya pengenalan masalah, paragraf tersebut bersifat menginformasikan akan apa yang akan kita tuliskan.

b. Paragraf Isi (Pengembangan)
            Paragraf isi adalah paragraf yang berisi kelanjutan gagasan. Paragraf ini menggembangkan pokok pembicaraan yang dirancang. Dengan kata lain, paragraf pengembangan mengemukakan inti persoalan yang akan dikemukakan.

c. Paragraf Penutup
            Paragraf Penutup adalah paragraf yang terdapat pada akhir karangan atau pada akhir dari suatu kesatuan yang lebih kecil di dalam karangan itu. Biasanya, paragraf penutup berupa kesimpulan semua pembicaraan yang telah dipaparkan pada bagian-bagian sebelumnya.

Jenis Paragraf Menurut Sifat Isinya
Berdasarkan sifat isinya, paragraf dapat digolongkan atas lima macam, yaitu :

a. Paragraf Persuatif
jika isi paragraf mempromosikan sesuatu dengan cara mempengaruhi pembaca.

b. Paragraf Argumentatif
 jika isi paragraf membahas satu masalah dengan bukti-bukti atau alasan yang mendukung.

c. Paragraf Naratif
jika isi paragraf menuturkan peristiwa atau keadaan dalam bentuk cerita.

d. Paragraf Deskriptif
 jika isi paragraf melukiskan atau menggambarkan suatu dengan bahasa.

e. Paragraf Ekspositoris
jika isi paragraf memaparkan sesuatu fatwa atau kejadian tertentu.

Pengembangan Paragraf
            Pengembangan paragraf berkaitan erat dengan posisi kalimat topik mengingat kalimat topiklah yang mengandung inti permasalahan atau ide utama paragraf. Selain menyangkut posisi kalimat topik, pengembangan paragraf sudah pasti berhubungan pula dengan fungsi paragraf yang akan dikembangkan, fungsi itu akan turut mempengaruhi pemilihan metode pengembangan yang akan dipakai.

Metode Metode dalam Paragraf
            Metode pengembangan paragraf akan bergantung pad asifat informasi yang akan disampaikan : persuatif, argumentative, naratif, deskriptif, atau ekspositoris. Sudah pasti metode yang diterapkan untuk mengembangkan paragraf argumentatif, misalnya, akan berbeda dengan paragraf naratif.
            Diantara banyak metode pengembangan paragraf yang terdapat di dalam buku-buku komposisi, disini diangkat enam metode yang umum dipakai untuk mengembangkan paragraf dalam penulisan karangan. Metode yang dimaksud :

1. Metode Definisi
            Yang dimaksud dengan definisi adalah usaha penulis untuk menerangkan pengertian/konsep istilah tertentu. Satu hal yang perlu diingat dalam membuat definisi, kita tidak boleh mengulang kata atau istilah yang kita definisikan di dalam teks definisi itu.

2. Metode Proses (terjadinya sesuatu atau langkah membuat sesuatu)
            Sebuah paragraf dikatakan memakai proses apabila isi paragraf menguraikan suatu proses. Proses merupakan suatu urutan tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Bila urutan atau tahap-tahap kejadian berlangsung dalam waktu yang berbeda, penulis harus menyusunnya secara beruntut (kronologi).

3. Metode Contoh
            Dalam karangan ilmiah, contoh dan ilustrasi selalu ditampilkan. Contoh-contoh terurai, lebih-lebih yang memerlukan penjelasan rinci tentu harus  disusun berbentuk paragraf. Metode contoh menguraikan hal yang kecil dari hal yang besar.

4. Metode Sebab-Akibat
            Metode sebab-akibat dipakai untuk menerangkan suatu kejadian dan akibat yang ditimbulkannya, faktor yang terpenting dalam metode kausalitas ini adalah kejelasan dan kelogisan. Artinya, hubungan kejadian dan penyebabnya terungkap jelas dan informasinya sesuai dengan jalan pikiran manusia pada umumnya.

5. Metode Umum-Khusus
            Motede umum-khusus tergolong cara yang paling paling banyak dipakai untuk mengembangkan gagasan paragraf agar tampak teratur.

6. Metode Klasifikasi
            Untuk mengelompokkan entah benda atau non benda yang memiliki persamaan sifat, situasi, dan lain-lain, cara yang paling tepat adlah melakukan klasifikasi. Mengelompokkan beberapa pokok kalimat atau mengklasifikasinya kemudian dianalisis dan dikemukakan perbedaannya.

Teknik Pengembangan Paragraf
Paragraf sesuai metode-metode pengembangan dengan dasar pembentukkan paragraf :
  • Klimaks dan anti klimaks
  • Sudut pandang → menurutku, menurut saya
  • Perbandingan dan pertentangan → batuk, pilek
  • Analogi → perbedaan, ibarat, bagai (metafora) mungkin majas dan peribahasa bisa sebagai fiksi
  • Proses → menjelaskan dari A- Z
  • Sebab-akibat → mengapa ?
  • Umum-khusus → seperti piramida terbalik (penjelasan kemudian inti)
  • Klasifikasi → pengelompokkan beberapa pokok kalimat

Senin, 25 November 2013

My Music Connection

Halo, nama saya Bayu. Salah satu mahasiswa dari jurusan komputer di salah satu universitas di Depok. Ada beberapa hal yang ingin saya ceritakan dari tugas paper ini, yaitu mengenai beberapa hobi saya yang sudah menjadi darah daging dalam tubuh ini. Hal yang tak dipisahkan dari saya adalah musik dan sepakbola. Dari musik, entah ini sekedar hobi atau memang sebuah habit setiap harinya kamu harus mendengarkan musik minimal sekitar 10-15 menit untuk mencari moosbooster dan membuat kamu semangat (Konkret). Bagi saya musik menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidup, entah apa jadinya apabila dalam hidup ini tidak ada soundtrack yang menemani kamu dalam setiap moment-momentnya. Apapun jenis musiknya menurut saya mereka menciptakan satu karya seni yang harus di apresiasikan, entah itu metal, jazz, rock, folk, country, pop, punk bahkan dangdut sekalipun. Dan akhir-akhir ini saya sedang suka mendengarkan beberapa musik lama dari beberapa band yang memainkan musik british pop, ya seperti oasis, the stone roses, radiohead, pulp, blur, weezer, hingga the smith dan Morrissey yang menjadi ikon band tersebut hingga kini, dan tentunya masih banyak yang lainnya.

 Berbicara tentang musik memang tidak ada habisnya, tapi dalam kesempatan ini saya akan membahas habit saya dalam mendengarkan satu genre yang akhir-akhir ini saya sering (Antonim) dengar, yaitu Britpop atau Bristish Pop, di era modern seperti sekarang musik ini memang sudah jarang (Antonim) sekali yang memainkannya apalagi di Indonesia yang tentunya memiliki musik mainstream dan dikarakteri oleh media dan televisi-televisi nasional lainnya. Bagi saya kualitas mereka bermain musik terlihat dari acara-acara musik pagi di televisi, dan mengapa saya lebih suka mendegarkan musik indie dibanding dengan musik-musik di acara televisi pagi. Mereka tidak hanya kreatif dalam membuat aransemen tetapi juga pandai memadukan beberapa genre dalam satu aransemen, dan kembali ke briptop ada satu band Indonesia yang saya sangat suka dengan aransemen berbau britpopnya tersebut, yaitu Noah dan Nidji. Orang bilang mereka memainkan musik seperti Coldplay dan Oasis yang notabene adalah band Britpop yang termasuk sukses hingga saat ini. Tetapi tidak berhenti hanya sekedar di Coldplay dan berbicara mengenai Britpop itu saja, saya akan mencoba menjelaskan beberapa sejarah genre ini lahir di dalam banyaknya genre-genre musik lainnya.

Tonggak Britpop pertama kali ditancapkan pada tahun 1990, saat itu The Stone Roses berhasil mengambil hati anak muda Inggris dengan menyukseskan konser mereka di Spike Island, Merseyside, pada saat itu ada lebih dari 20.000 anak muda yang menonton konser mereka, Jon Savage, jurnalis musik dan pengarang buku Unseen Pleasure mengatakan, “pada saat itu aku melihat anak kecil, merokok dan memakai banyak narkoba”. Bersama dengan musik-musik halusinogenik 60an yang kembali tenar pada tahun 1990, tahun 1991 muncul band Nirvana yang mengusung musik Grunge dan masuk ke Inggris dan bersaing dengan musik-musik lokal, pada saat itu Inggris dipenuhi dengan dominasi musik-musik dari Amerika Serikat membuat scene musik lokal Inggris hampir punah (Sinonim). Adalah Suede, pada akhir 1991, berhasil menyingkirkan dominasi musik Grunge Amerika Serikat. Suede dan Blur adalah band Inggris yang pertama kali mempelopori gerakan musik britpop untuk melawan dominasi musik Amerika, menurut mereka, musik Britpop adalah musik unik asli Inggris yang mengangkat tema British dan berbagai macam masalahnya.
Tingginya perhatian musik Britpop terhadap pertentangan kelas antara kelas (Homograf) pekerja dan kelas atas (kerajaan dan pemerintah) membuat Britpop sebagai media kritis melalui musik yang dijadikan kiblat masyarakat Inggris dalam memerangi pertentangan kelas, tingginya perhatian Britpop atas hal-hal tersebut memunculkan budaya chauvinis yang agak berlebihan, hal itu ditandai dengan munculnya lagu-lagu berlirik nasionalisme yang dikemas secara populer, sebut saja Cock Sparrer dengan England Belongs To Me.

Dan tak lama dari perkembangan music Britpop itu sendiri di Inggris, genre tersebut pun akhirnya masuk ke Indonesia pada tahun 1990-an, maraknya dominasi musik-musik luar di dalam televisi juga mengakibatkan pergeseran makna di kalangan anak muda, dahulu mereka menganggap televisi hanya sebagai sarana menambah informasi dan hiburan semata saja, tetapi setelah munculnya MTV, mereka menganggap bahwa menonton MTV bukan lagi merupakan sarana penambah informasi semata, tetapi juga menjadi bentuk identitas baru yaitu situasi sosial dimana mereka bisa disebut “keren”. Sampai saat ini, Britpop yang tidak hanya menjadi aliran musik pun akhirnya berubah menjadi suatu bentuk budaya dengan produk-produknya yang beragam, sebut saja fashion, subkultur Mods, Vespa, Punk Oi!, dan sepak bola, semuanya memegang peranan besar dalam mengekspansi budayanya yang berlabel British ke Indonesia, adapun kenyataannya, pudarnya musik Rock British tahun 1990an macam Oasis dan koleganya yang pada saat itu diyakini sebagai awal mainstreamnya musik Britpop harus tersingkirkan oleh musik-musik baru yang muncul di dekade 2000an, sebut saja Coldplay, Arctic Monkeys dan Two Door Cinema Club, mereka menggeser genre Britpop yang tadinya bermusik keras (Homonim) dan lirik-lirik yang menggambarkan situasi sosial masyarakat British saat itu menjadi Britpop yang segar, ear catching, dan lirik-lirik yang tak jarang menggambarkan situasi romantisme saat ini.

Lepas dari genre Britpop yang kita bicarakan, ada beberapa musisi atau band yang menjadi favorit saya yang lainnya, contoh saja Tom Delonge. Dia adalah salah satu pentolan band asal Amerika yang kita kenal semua dengan Blink-182, banyak alasan untuk bisa mengagumi dia seperti dari gaya bernyanyi dan juga fashionnya. Dan, ketika saya masih duduk di bangku SMP kelas (Homograf) 3 adalah waktu pertama kalinya mendengarkan Blink-182 yang sedang naik (demotasi) daunnya, saat itu fashion skate-punklah yang berhasil membawa saya menjadi tergila-gila dengan Blink seperti kaos kaki panjang dan sepatu Vansnya untuk laki-laki dan juga rok (Homofon) kotak-kotak beserta stocking hitamnya untuk wanita, entah itu suatu mainstream atau tidak tetapi menurut saya itu adalah suatu trend yang positif pada saat itu.  Dan ketika Tom Delonge memutuskan membuat band baru dengan Angels And Airwaves saya mulai jatuh cinta dengannnya, membawa genre musik baru di band yang baru pula membuat Angels And Airwaves langsung meroket pada penjualan album pertamanya. Banyak perbedaan yang saya dengarkan dari AVA ini, mereka memainkan musik Alternative Rock (Homofon) dengan efek luar angkasanya yang bisa membawa kamu seakan-akan naik (Denotasi) dalam roket dan menjadi astronot. Waktu semakin berputar, pemikiran pun berubah dengan seiringnya jaman, dan saat ini ada 1 band yang menjadi fafvorit saya sejak mengenyam bangku sekolah hingga saat ini, ya mereka 30 Second To Mars. Pertama kali mengenal mereka lewat sebuah video klip dan berlanjut hingga membeli albumnya dalam bentuk fisik. Ada satu kata yang mencirikan mereka yaitu “epic”.  Ya memang band Alternative Rock ini sudah mulai mempengaruhi saya sejak mulai SMP, mulai dari pembuatan video klipnya di setiap lagu yang sangat nyentrik seperti sebuah film layar lebar dan menceritakan makna lagu itu lebih luas dari liriknya, dan juga aksi panggungnya yang sangat energik. (Umum-Khusus)


Ya memang tidak akan ada habisnya berbicara tentang musik itu sendiri dan juga genrenya masing-masing, banyak sekali band-band yang menjadi favorit saya dan jadilah seorang pendengar yang universal, maksudnya, jangan pernah kamu mengkotak-kotakan (Konotasi) band berdasarkan genre musiknya. Setiap genre memang ada penikmatnya sendiri dan juga ada timingnya sendiri dalam mendengarkannya, seperti alunan musik reggae yang lembut tepat untuk kamu yang menikmati santai sambil duduk di pantai dengan angin yang sangat menderu-deru, berbeda halnya dengan musik metal atau hardcore yang memiliki suara distorsi keras (Homonim) seperti batu, bagi saya kedua genre ini bisa menjadi moodbooster ketika kamu mencari semangat untuk melakukan aktifitas. Pada akhirnya setiap orang memiliki seleranya masing-masing dalam memilih & mendengarkan genre musik yang pas buat mereka, karena saya percaya musik memang diciptakan untuk sebuah meditasi pikiran dan tanpa musik hidup kita akan terasa hambar (Abstrak).

Senin, 10 Juni 2013

Jersey dan Fansnya

Kita hidup di Indonesia, yang kadang-kadang aneh, semua bisa cepat menjadi tren atau tidak disini. Seperti kisah tren jersey yang menimpa kita sejak tahun 2010 sampai sekarang, dari ke mall, kuliah. manggung atau sampai beribadah sekalipun memakai jersey tim kesayangan mereka, seolah pemain tim tersebut terharu karena jerseynya dipakai terus. Jersey sekarang sudah sangat identik dengan fans, maksudnya, jika misalnya dia pakai jersey ac milan, berarti bisa dipastikan dia fans ac milan. Katanya. Tapi kalau dipikir secara analitik, memang ada hubungannya?

Ada paradigma yang aneh disini, pemikiran ortodoks di indonesia dengan kata kata fans karbitan. Karbit? apa itu karbit?  kalau kata wikipedia sih senyawa kimia dengan rumus kimia CaC2. Karbit digunakan dalam proses las karbit dan juga dapat mempercepat pematangan buah. lalu apa hubungannya dengan fans? mungkin perlu digaris bawahi itu kata cepatnya mungkin. Seorang yang dikatakan fans karbitan itu adalah fans yang tiba tiba menyukai tim itu tanpa proses terlebih dahulu. Kita ambil contoh, Barcelona mencapai puncak kejayaan dari tahun 2008-sekarang, walaupun sekarang mulai rubuh oleh duo portugal dari madrid.
Nah, banyak fans yang tiba-tiba lahir tanpa proses pembuahan terlebih dahulu, karena adanya Leonel Messi ataupun juara yang diborong ataupun gaya tiki taka yang atraktif, dulu, Atau fans Manchester City, yang tiba tiba merubah nama KTP nya menjadi Galagher. City menjadi kuat disekitaran sekitaran 2008/2009 setelah dibeli oleh Syekh Mansour. 


Lalu salah menyukai tim secara tiba tiba? ataupun karena gelar juaranya? ataupun karena one man teamnya? sah sah aja asal tidak annoying dengan menghina fans fans lain atau update update sesuatu yang sifatnya annoying, seperti berkata "Fans oasis harus fans manchester city" WHAT THE HELL? I LOVE LIAM GALLAGHER BUT I LOVE UNITED TOO. Soalnya dipikir pikir toh itu bukan kota kita atau negara orang, lalu hubungannya apa dengan kita? sampai harus berantem merebutkan nyawa demi hinaan klub orang semata?

Ada lagi yang aneh, ada yang sering bilang "Kalau pake jersey saat menang itu karbitan saat kalah itu loyal". Terus kalau itu orang pake jersey terus, gimana? Jualan jersey? Atau engga punya baju lagi? Ini sangat ironi, sesorang ketika ingin memakai jersey harus lihat dulu pertandingan klubnya, kalau menang dia tidak bisa memakainya. Kasihan, tau gitu saya dukung QPR musim ini, supaya pakai jersey terus tiap hari dan saya fans loyal. Belajarlah dewasa, tingkat keloyalitasan fans bukan sekedar jersey, atau bukan masalah itu. Bahkan arti fans sejati aja saya masih gamang.

Saya emang bukan fans die hard ManUnited, tapi menurut saya fans yang normal adalah yang mendukung timnya, baik dengan pujian atau kritikan ketika ia menang atau kalah. Thats it simple. But hard to do. Banyak yang susah mengkritik tim kesayangannya karena sayang. Cone on! Seperti susah mengakui kalau tadi malam united harusnya kalah dari chelsea, karena United main seperti orang mabok berat di babak kedua. Bukan masalah jersey kemana mana pakai jersey. Tukang jersey berarti suporter paling loyal ya di dunia?

Pakailah jersey ketika nobar, kalau itu baru hal setangah wajib. Seperti sholat memakai baju koko, makai baju bebas pun tidak apa apa, tapi kalau pakai baju koko akan terasa menghargai Tuhan. Ketika memakai jersey saat nobar terlihat lebih menghormati pertandingan. Penyakit tentang paradigma karbit dan jersey ini sudah akut sekali. Sangat akut. Masalahnya saya dan kawan-kawan jadi tertekan karena United lebih sering menang sekarang, lalu kapan gua boleh pakai jersey saya?

Oke diatas cuma opini dangkal dari saya seperti dangkalnya sungai di jakarta. Tapi coba ambil secuil kebenaran dari sini, sekotor-kotornya kotoran keluar dari dubur ayam, ada telurnya juga kan? saya cuma engga mau kalian berpikir Raisa punya dua tim kesayangan, karena dia pakai jersey United sekaligus Chelsea. Kalau cewe biasanya gimana cowonya. Jadi bisa disimpulin Raisa pernah punya pacar yang suka United sama Chelsea. Oke saya harap kalian fokus sama tulisan jelek ini, bukan sama foto foto cantik diatas. Tapi emang engga bisa bohong cewe yang makai jersey dan ngerti bola, cantiknya nambah 100%.

Sabtu, 08 Juni 2013

Uang, Bank, dan Penciptaan Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

1. a) Fungsi
Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi asli
Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.
  1. Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
  2. Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
  3. Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.


Fungsi Turunan
Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain:

  • Uang sebagai alat pembayaran yang sah: Kebutuhan manusia akan barang dan jasa yang semakin bertambah dan beragam tidak dapat dipenuhi melalui cara tukar-menukar ataubarter. Guna mempermudah dalam mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan, manusia memerlukan alat pembayaran yang dapat diterima semua orang, yaitu uang.
  • Uang sebagai alat pembayaran utang: Uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang akan datang.
  • Uang sebagai alat penimbun kekayaan: Sebagian orang biasanya tidak menghabiskan semua uang yang dimilikinya untuk keperluan konsumsi. Ada sebagian uang yang disisihkan dan ditabung untuk keperluan di masa datang.
  • Uang sebagai alat pemindah kekayaan: Seseorang yang hendak pindah dari suatu tempat ke tempat lain dapat memindahkan kekayaannya yang berupa tanah dan bangunan rumah ke dalam bentuk uang dengan cara menjualnya. Di tempat yang baru dia dapat membeli rumah yang baru dengan menggunakan uang hasil penjualan rumah yang lama.
  • Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi: Apabila nilai uang stabil orang lebih bergairah dalam melakukan investasi. Dengan adanya kegiatan investasi, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat.

b) Jenis
Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek.

Menurut bahan pembuatannya
Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.

  • Uang logam

Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai:
  1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
  2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
  3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).

Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.

  • Uang kertas

Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Menurut nilainya
Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money).

  • Uang Penuh (full bodied money)

Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
  • Uang Tanda (token money)

Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.


2. Teori Uang dan Motif memegang Uang
Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

Teori uang statis
Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:
  • Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP

Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu. Contoh: uang emas dan uang perak.
  • Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari

Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
  • Teori Nominalisme

Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
  • Teori Negara

Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.

Teori uang dinamis
Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
  • Teori Kuantitas dari David Ricardo

Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
  • Teori Kuantitas dari Irving Fisher

Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
  • Teori Persediaan Kas

Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
  • Teori Ongkos Produksi

Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Motif Pemegang Uang
J.M Keynes mengemukakan tiga alas an mengapa tiap rumah tanggan membutuhkan uang. Keynes menyebutkan tiga motif mengapa orang menyimpan uang, yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi. Teori ini dikenal dengan teori preferensi likuiditas (the liquidity preference theory).

1. Motif Transaksi. Setiap orang menyimpan uang untuk melakukan transaksi sehari-hari.
2. Motif Berjaga-jaga. Motif ini merupakan salah satu pendorong mengapa orang menyimpan uang.
3. Motif Spekulasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah uang beredar yaitu, deficit APBN, pembelian kredit langsung, pembangunan luar negeri, surplus perdagangab ekspor impor, dan pajak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran uang yaitu, pendapatan, tingkat suku bunga, selera masyarakat, harga barang, fasilitas kredit, dan kekayaan masyarakat.


3.  Bank Sentral dan Bank Umum
Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Bank Sentral
Bank sentral merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan disuatu Negara. Bank sentral di Indonesia bernama Bank Indonesia yang bertugas untuk :
  • Mengatur dan menjaga kestabilan nilai rupiah
  • Mendorong kelancaran produksi dan pembangunan serta memperluas kesempatan kerja guna peningkatan taraf hidup rakyat

Sebagai Bank Sentral, Bank Indonesia melakukan tugas sebagai berikut :
  • Bank Sirkulasi yakni mempunyai hak tunggal untuk mengedarkan uang kertas dan logam sebagai alat pembayaran yang sah.
  • Banker’sBank = Bank Sentral juga dianggap sebagai Bank-nya Bank.
  •  Lender of last resort. BI dianggap juga pemberi pinjaman pada tingkat terakhir (kredit likuiditas darurat).

Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Umum merupakan bagian dari perbankan nasional yang memiliki fungsi utama sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta pemberi jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Dengan fungsi utama yang demikian, Bank Umum memiliki peranan yang strategis dalam menyelaraskan dan menyeimbangkan unsur-unsur pemerataan pembangunan dan hasil-hasil pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional guna menunjang pelaksanaan pembangunan nasional. Memperhatikan peranan Bank Umum yang demikian strategis, perkembangan Bank Umum yang semakin pesat dan tantangan-tantangan, yang dihadapi Bank Umum yang semakin luas dan bersifat internasional, maka landasan hukum Bank Umum perlu diperkokoh melalui penyempurnaan ketentuan-ketentuan yang mengatur Bank Umum dan penerapan prinsip kehati-hatian.

Dengan landasan hukum yang semain kokoh tersebut, maka Bank Umum diharapkan akan lebih mampu melindungi kepentingan masyarakat dan mampu melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang memiliki peran strategis dalam menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Usaha Bank Umum meliputi :
  1. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu;
  2.  memberikan kredit;
  3.  menerbitkan surat pengakuan hutang;
  4. membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah


4. Kebijaksanaan Moneter
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.

Jenis-Jenis Kebijakan Moneter
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
  • Kebijakan moneter ekspansif (Monetary expansive policy)

Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar (easy money policy)
  • Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary contractive policy)

Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy)

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain:
  • Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
  • Fasilitas Diskonto (Discount Rate)

Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
  • Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)

Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
  • Imbauan Moral (Moral Persuasion)

Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

Mekanisme Kebijaksanaan Moneter
Ada beberapa jalur yang bisa dipakai untuk menerangkan bagimana perubahan jumlah uang beredar mempengaruhi kegiatan ekonomi, yaitu :
  • Jalur Biaya Modal ( The Cost Of Capital Channel )

Menurut Keynes tingkat bunga merupakan penghubung utama antara sektor moneter dan sektor riil. Perubahan dalam pengeluaran total pada akhirnya akan mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional (GDP) riil.
  • Jalur Kekayaan ( Wealth Channel )

Pengaruh perubahan uang yang beredar terhadap pendapatan nasioanal dapat juga diterangkan melalui jalur kekayaan. Kekayaan disini meliputi :
  1. Barang fisik ( tanah, rumah, dll )
  2. Surat berhargaUang tunai


Perubahan pengeluaran uang total akan mempengaruhi keseimbangan pendapatan.
  • Jalur Harga Relatif (Teori Portofolio)

Teori portofolio merupakan dasar yang rasional mengapa seseorang memegang sesuatu  (beberapa) kekayaan tertentu termasuk dalam bentuk uang. Kenaikan jumlah uang akan menaikan pendapatan nasional.
  • Jalur Langsung ( Teori Monetarist )


Teori ini menjelaskan bahwa kebijakan moneter bisa mempengaruhi GNP 9 pendapatan ) secara langsung. Pengaruh jumlah uang terhadap pengeluaran total adalah melalu harga.



Referensi:

Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian tertutup Sederhana dan pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan perekonomian di dalam suatu negara sangat berpengaruh terhadap kehidupan rakyat di negara tersebut. Pertumbuhan ekonomi di indonesia sekarang ini berbeda saat zaman orde baru. Saat Zaman orde baru pertumbuhan ekonomi mungkin lebih baik, karena pada zaman itu terdapat sedikit partai dibandingkan dengan zaman sekarang yang memiliki banyak partai. Akibat terlalu banyaknya jumlah partai yang ada, sehingga para investor asing tidak lagi menanam sahamnya di Indonesia, karena selalu dimintai untuk mendanai konfoi partai tersebut. Padahal saham asing sangat membantu pertumbuhan ekonomi negara.

Hubungan antara pertumbuhan ekonomi, inflasi dan pengangguran sangat erat hubungannya. Salah Satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran. Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi yang dihadapi suatu negara.


1. Analisis Pendapatan Nasional Dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor
Pendapatan nasional adalah harga yang diperoleh dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap golongan masyarakat di dalam suatu negara. Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor adalah Produk Nasional Neto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi. Jumlah inilah yang diterima faktor produksi yang dimiliki penduduk suatu negara . Pendapatan Nasional dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor merupakan penjumlahan dari lima hal , yaitu :
  • Upah atau gaji yang diterima buruh atau karyawan
  • Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan)
  • Keuntungan perusahaan
  •  Pendapatan bunga selisih dari perusahaan
  • Pendapatan sewa

2. Model Analisi Dengan Variabel Inverstasi Tabungan
Model Analisis dengan variabel investasi tabungan adalah pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi , atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen-komponen barang modal.

Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi dan tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasian mesin dan pabrik. Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup empat aspek sebagai berikut:
  • Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber - sumber pembiayannya.
  • Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap pengeluaran konsumsi dan pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTDB) pemerintah.
  • Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar.
  • Dampak valuta asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besar investasi antara lain:
  1. Tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga akan mempengaruhi keinginan untuk berinvestasi, dan sebaliknya.
  2. Jumlah permintaan. Semakin besar jumlah permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, keinginan untuk melakukan investasi juga semakin besar.
  3. Perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi juga akan meningkatkan keinginan untuk berinvestasi, karena teknologi yang maju akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah keuntungan.


3.  Angka Pengganda
Dari satu periode ke periode lainnya pendapatan nasional keseimbangan akan selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut disebabkan oleh adanya perubahan permintaan agregat (agregat demand). Dari dua variabel permintaan agregat, yaitu pengeluaran konsumsi (C) dan pengeluaran investasi (I), yang paling penting adalah pengeluaran investasi, karena kelebihannya. Pengeluaran investasi seringkali berubah-ubah dari waktu ke waktu. Dengan demikian keseimbangan pendapatan nasional yang akan berubah dari waktu ke waktu.

Perekonomian dua sektor akan mencapai kondisi keseimbangan (equilibrium) apabila Y = C + I dan S = I. Jika pada suatu saat,setelah terjadi kondisi kewseimbangan,kemudian pengeluaran investasi (I) mengalami perubahan, maka besarnya investasi (I) akan menjadi tidak sama dengan besarnya saving (S). Akibatnya keadaan perekonomian akan mengalami ketidakseimbangan (disequilibrium).

Dengan adanya disequilibrium tersebut, maka besarnya pendapatan nasional akan terus berubah sampai pendapatan nasional keseimbangan yang baru tercapai, yaitu pendapatan nasional yang menyamakan investasi (I) = tabungan (S).

Sebelum pendapatan nasional mencapai kondisi keseimbangan yang baru, pengeluaran konsumsi (C) dan tabungan (S) juga mengalami perubahan. Hubungan antara perubahan investasi (∆I) dan perubahan pendapatan nasional keseimbangan (∆Y) yang diakibatkan oleh adanya perubahan investasi tersebut dapat diterangkan oleh konsep “Multiplier”.

  • Perumusan Multiplier

Satu hal yang penting dan merupakan salah satu esensi dari teori Keynes adalah bahwa perubahan pengeluaran investasi akan menyebabkan perubahan tingkat pendapatan nasional yang jauh lebih besar daripada perubahan pengeluaran investasi tersebut. Jadi, kalau pengeluaran investasi berubah, dari I menjadi I + ∆I, maka tingkat pendapatan akan berubah, dari Y menjadi Y + ∆Y, sedemikian rupa sehingga ∆Y = k ∆I, dan k adalah bilangan yang >1, maka oleh karena itu ∆Y selalu lebih besar daripada ∆I, kecuali jika k=1 yang kemungkinan terjadinya adalah sangat kecil. Karena k>1, maka k disebut sebagai angka pengganda investasi atau multiplier investasi, artinya angka yang menunjukkan kenaikan tingkat pendapatan nasional karena bertambahnya pengeluaran investasi.

Dengan demikian multiplier investasi dapat dirumuskan sebagai :
         



4.  Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Pengangguran
Jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran, dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.

Inflasi adalah kenaikan harga secara umum selama 12 bulan. Ini diukur dengan mengambil rata-rata tertimbang semua produk konsumen (tertimbang pada frquency pembelian) dan menganalisis tren harga keseluruhan. Hal ini sering disebut Indeks Harga Konsumen (CPI) atau Harmonised Indeks Harga Konsumen (HICP). Hal ini menunjukkan berapa banyak, sebagai persentase, tingkat harga umum dari semua barang-barang konsumsi telah berubah sepanjang tahun.

Adanya pengangguran bagi sebuah Negara berarti menunjukan perekonomian Negara tersebut tidak dalam kondisi full-employment. Ada faktor produksi yang tidak terpakai yaitu tenaga kerja. Memang idealnya pada suatu Negara harus berada dalam keadaan full-employment, akan tetapi untuk mencapai keadaan tersebut sangat sulit. Tingkat penganguran memang selalu terjadi di Negara manapun.Dan keadaan ini memang selalu menjadi pusat perhatian para pemimpin bangsa dan para ekonom. Pengangguran tentu tidak baik bila terjadi, karen aakn menimbulkan kerawanan sosial seperti pencurian, kriminalitas, dll.

  • Hubungan dari pertumbuhan ekonomi, inflasi dan juga masalah pengangguran

Hubungan dari ketiga permasalah ini memang saling berkaitan. Karena dalam suatu Negara selalu mengalami pertumbuhan ekonomi yang berbeda beda. Biasanya pertumbuhan ekonomi selalu diikuti dengan adanya inflasi dan jga pengangguran.

Pertumbuhan ekonomi  memang dapat dilihat dari adanya peningkatan atau penurunan GNP atau GDP.  Jika GNP menurun maka pendapatan perkapita pun menurun dan akhirnya akanterjadi inflasi karena daya beli atau daya konsumsi masyarakat menurun. Inflasi menjadi masalh besar dalam suatu Negara karena terjadinya angka penurunan daya beli masyarakat yang juga akan berakibat pada produsen yan akan kesulitan untuk berproduksi dan memjual barang barangnya.

Inflasi juga memengaruhi tingkat suku bunga pada perbankan, terutama tingkat suku bunga pinjaman danakan makin menyulitkan para pihak swasta yang berkeinginan untuk menekan biaya produksi di waktu inflasi terjadi. Jika keadaan tersebut tidak membaik pihak swasa tidak bisa untuk menekan angka biaaya produksi sedangka daya beli masyarakat menurun dan akirnya terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan akan mengakibatkan pengangguran dalam suatu Negarabertambah .Tentu saja keadaan seperti ini kurang baik karena dapat menimbulkan kerawanan sosial seperti kasus pencurian dan kriminalitas.


Referensi: